thumbnail-cadangan

QS AL BAYYINAH : 5

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

KOSA KATA
LAFADZ
ARTI
LAFADZ
ARTI
مَا
tidaklah
حُنَفَاءَ
Dengan kecondongan yang lurus
أُمِرُوا
Mereka diperintahkan
وَيُقِيمُوا
Dan supaya mereka mendirikan
لِيَعْبُدُوا
Supaya mereka menyembah
وَيُؤْتُوا
Dan menunaikan
مُخْلِصِينَ
Dengan memurnikan
دِينُ الْقَيِّمَةِ
Agama yang lurus
PENJELASAN SURAT AL BAYYINAH : 5
Surat Al Bayyinah yang mengandung firman Allah dimuka telah turun dalam rangka mengkritisi aqidah yang sesat dan menyimpang terhadap agama yang lurus dikalangan kaum ahli kitab dan kaum musyrik. Mula-mula mereka saling berdebat seputar bakal datangnya seorang nabi akhir zaman ang namanya maupun identitasnya tercantum dalam kitab suci mereka. Edbata itu kadangkala terjadi antara kaum musyrik dengan kaum Yahudi, dankadangkala terjadi antara kaum musyrik dangan kaum nasrani. “ Apabila Nabi akhir zaman yang dijanjikan dalam kitab suci merekaitu benar-benar datang, maka mereka aka siap membelanya, mendukungnya dan mengikuti ajarannya “. Egitulah antara lain yang sealu dikatakan oleh kaum Yahudi maupun kaum Nasrani ketika erdebat dengan kaum musyrik. Akan tetapi setelah Nabi Muhammad SAW benar-benar diutus oleh Allah sebagai nabi akhir zaman dan pemungkas para Rasul, ternyata kaum musyiklah yang selalu berada digaris depan untuk menentang beliau, mengajak seluruh masyarakat makkah untuk berkomplot dalam menghalang-halangi dakwah beliau. Sementara kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sebagian besar tidak segan-segan meninggalkan ajaran agamanya yang masih murni untuk berkomplot dengan kaum musyrik, haya karena takut dimusuhi dan diteror oleh mereka.
Itulah sebabnya, amak dalam ayat : 5 dimuka telah ditegaskan bahwa kaum ahli kitab dan kaum musyrik itu dalam kitab sucinya hanyalah dibebani beberapa perintah yang sesungguhnya dapat memperbaiki keberagamaan dan kinerja hidup meeka, serta dapat medatangkan kebahagiaan hidup bagi mereka di dunia dan akherat, yaitu :
  1. memurnikan ibadah kepada Allah, baik secara terbuka maupun secara rahasia
  2. membersihkan semua amal ibadah dari bebagai bentuk perilaku syirik
  3. mengikuti agama nabi Ibahim AS yakni sebuah agama yang mengajarkan tauhid dan kemurnian ibadah dengan menolak segala jenis penyembahan kapada selain Allah
khusus untuk Nabi Muhammad beserta umatnya, selain dibebani keiga perintah tersebut di atas ditabah lagi dengan dua perintah :
  1. mendirikan shalat dalam arti menjalankannya dengan menghadirkan hati untuk horma kepada dzat yang disembah, agar terbiasa selalu tunduk kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupan
  2. menunaikan zakat dala arti memberikan sebagian kekayaan kepada orang-orang yang berhak sebagaimana ditentukan dalam nash Al Qur’an.
Kemudian pada bagian akhir ayat 5 dalam surat Al Bayyinah telah ditegaskan bahwa dengan menjalankan kelima perintah tersebut di atas, maka demikian yang disebut “ Beragama secara murni, lurus dan benar “.

thumbnail-cadangan
Surat Al An’am : 162 – 163

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
 لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
KOSA KATA
Lafadz
Arti
قُلْ
katakan
نُسُكِي
ibadahku
مَحْيَايَ
hidupku
مَمَاتِي
matiku
لا شَرِيكَ
Tiada sekutu
أُمِرْتُ
Aku diperintahkan; diperintahkan kepadaku
أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Orang yang pertama kali menyerahkan diri
Penjelasan Surat Al An’am : 162-163
Kedua ayat dimuka termasuk dalam 5 ayat penutup Surat Al An’am, yaitu ayat 161 – 165. Ayat 161 bermuatan perintah kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau mengemukakan pernyataan lagi secara tegas kepada kaum musyrik, bahwa yang dianut oleh Nabi Ibrahim AS bukanlah agama sepeti yang mereka anut, dan bukan pula seperti kepercayaan kaum ahli kitab yang menyimpang, melainkan agama ang benar dan pandangan hidup yang lurus.
Beliau diperintahkan pula dalam ayat : 162-163 ( yang kita bahas sekarang ini ) supaya mengemukakan satu pernyataan lagi secara tegas bahwa :
1.      beliau berpegag teguh dan berpedoman kepada agama Nabi brahim AS dengan sekaligus medakwahkanya secara lisan maupun dalam bentuk amal yang nyata
2.      beliau adalah orang yang pertama yang mengikuti agama Nabi Ibrahim dengan tulus dan benar
3.      beliaulah yang memulihkan kemurnian agama Nabi Ibrahim AS setelah diselewengkan oleh orang-orang yag tidak bertanggung jawab
ayat 162 menyebutka beberapa hal terpenting yang harus dipersembahkan semata-mata kepada Allah SWT bukan kepada yag lain yaitu :
  1. Shalat : meliputi shalat fardlu, shalat sunnah
  2. Ibadah : dalam ayat ersebut memang tertuju pada ibadah hai dan umrah namun tidak salah ika dimaknai dengan ibadah dalam arti yang luas
  3. Hidup : artinya hidup ini difokuskan untuk semata-mata mengikuti ajaran Allah demi mendapatkan keridlaan-Nya
  4. Mati : artinya nyawa pun harus dikorbankan untuk membela dan menjunjung tinggi ajaran Allah, sehingga kembali kepangkuan Allah dengan ridla dan di ridlai
Betapa ayat tersebut mencakup segala amal saleh yang merupakan kinerja hidup orang mukmin di dunia dan investasi hidupnya kelak di akherat. Karena itu jenis amal saleh apapun tentunya harus dilandasi dengan ikhlas untuk semata-mata mengabdi kepada Allah. Inilah yang lazim disebut “ Kemurnian Ibadah “. Bagi orang mukmn sepatutna memposisikan diri untuk senantiasa mempersembahkan hidup dan matinya untuk Alah semata-mata, sehingga dalam setiap perbuatannya ia lebih mengutamakan nilai-nilai kewajiban dan kesalehan. Ia tidak pantas memiliki kecenderungan-kecenderungan duniawi, lau ingin dipuji dan takut dicela orang dalam beramal dan beribadah.
Sedangkan ayat 163 pada bagian petama berisi penolakan terhadap segala bentuk perilaku syirik, baik syirik secara terang-terangan maupun syirik secara terselubung. Syirik secara terang-terangan berarti mash bertuhan ganda, seperti mempercayai adanya kekuatan pada suatu jenis benda untuk bisa menolong atau menyelamatkan. Sementara syirik yang terselubung berarti masih bermotif ganda dalam beribadah dan beramal, sehingga berebutan melakukan amal dan beribadah tetapi untuk tujuan mencari pujian dan dukungan. Selanjunya bagian akhir ayat 163 berisi perintah agar orang mkmin benar-benar menjadi muslim yang memahi segala peritah Allah dan menjauhi segenap larangan-Nya.

thumbnail-cadangan

AL HADIS :

 يَقُوْلُ اللّهُ تَعَالى:مَنْ عَادى ليْ وَلِيًّا فَقَدْ بَارَزَنِيْ بِالْحَربِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَلَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّه ، فَإِذَا أَحْبَبْتُه كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِه ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُبِه ، وَيَدَهْ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا - الحدبث القدسي، - رواه البخاري عن أبي هريرة -

Allah SWt berfirman ( dalam Hadis Qudsi ) ; “ Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku ( hamba kesayangan-Ku ), maka sesungguhnya ia menentang perang kepada-Ku. Seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan ( melakukan ) suatu amalan tidaklah lebih utama daripada menunaikan suat ( kewajiban ) yang telah Aku fardlukan kepadanya. Tiada henti-hentinya seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan ( melakukan ) amalan-amalan sunnah kecuali Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengarkan sesuatu, Aku menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat sesuatu, aku menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang sesuatu, dan Aku pun menjadi kakinya  yang ia gu8nakan untuk berjalan “ – Hadis Qudsi ini masih ada kelanjutannya ( HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah ).

Hadis Qudsi diatas adalah firman Allah di luar Al Qur’an yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

مَنْ عَادى ليْ وَلِيًّا فَقَدْ بَارَزَنِيْ بِالْحَربِ

Bagian pertama hadis qudsi ini menegaskan bahwa siapa pun yang memusuhi seorang wali ( hamba kesayangan Allah ), berarti ia melawan Allah.
Ada 2 pengertian tentang wali :
1. Orang yang menjadi kesayangan Allah bukan karena amal dan kelakuannya,melainkan karena bernasib mujur menjadi hamba pilihan-Nya. Wali yang pertama ini terdiri dari 3 kelas :
·         Kelas Rendah   : “ tidak seorang pun yang mengetahui kewaliannya kecuali sesama wali “
·         Kelas menengah : “ tidak seorang pun yang mengetahui kewaliannya kecuali para malaikat “
·         Kelas Tinggi : “ tidak seorang pun yang mengetahui kewaliannya kecuali Allah “
Jika pada diri wali sering tampak keramatnya ( sesuatu yang luar biasa ), maka tergolong wali kelas rendah. Meskipun kelas rendah, namun setiap orang yang memusuhinya dianggap oleh Allah sebagai penantang-Nya. Berbeda dengan Rasul atau nabi yang semuanya laki-laki, maka wali itu ada yang laki-laki dan ada yang perempuan.
2.  Orang menjadi kesayangan Allah karena amal dan kelakuannya. Dalam hal ini Imam Syafi’i mengatakan : “ Wali adalah setiap orang mukmin yang bertakwa “. Wali dalam pengertian yang kedua inilah yang sebenarnya dibicarakan dalam hadis Qudsi tersebut Dwimuka. Namun tidak salah juga orang mengaitkan Hadis Qudsi Dwimuka dengan profil wali dalam pengertian yang pertama.

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ

Bagian kedua hadis qudsi ini menjelaskan bahwa setiap orang dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengistiqomahkan suat amalan dzikir, namun dengan cara menunaikan semua kewajiban agama justru lebih mendekatkan kepada Allah.

وَلَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّه

Bagian ketiga hadis qudsi ini lebih lanjut menegaskan bahwa orang yang menunaikan semua kewajiban agama di tambah dengan mengistiqomahkan amalan-amalan sunnah niscaya ia menjadi hamba kesayangan Allah.

فَإِذَا أَحْبَبْتُه كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِه ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُبِه ، وَيَدَهْ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا

Mengenai Hadis Qudsi ini ada 2 pendapat dikalangan para Ulama :
Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang sudah menjadi hamba kesayangan Allah mak pendengarannya menjadi pndengaran Allah, dan penglihatannya menjadi penglihatan Allah,sehingga telinga dan matanya dapat menembus sesuatu yang tidak dapat di dengar atau dilihat oleh orang pada umumnya.
Pendapat Kedua mengtakan yang dimaksud dengan potongan hadis qudsi diatas adalah :
·    Setiaporang dapat menjadi hamba kesayangan Allah apabila ia senantiasa menunaikan yang wajib dan mengamalkan yang sunnah ;
·    Sebagi ciri khas orang yang benar-benar mengabdi kepada Allah dalah tidak akan mendengarkan dan melihat selain sesuatu yang diperintahkan, dianjurkan atau dibenarkan dalam syariat Allah; bahkan tidak akan menggerakan tangan dan kakinya selin untuk memenuhi pnggilan Allah.
Begitulah yang dimaksud dengan bersyukur sebagaimana diebutkan pada akhir Surat An Nahl :78. 

BACA JUGA

DOWNLOAD
hadis qudsi dalam bentuk pdf 

qurdis sma/smk kelas X /10

thumbnail-cadangan

Tempat Keluarnya huruf

Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagian mulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapat dikelompokkan atas:
  1. Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan)
  2. Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)
  3. Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)
  4. Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)
  5. Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)
  6. Kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-langit Mulut)
  7. Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)
  8. Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) 

1. Huruf - huruf Halqiyah

Huruf-hurufnya adalah : ء , ه , ح , خ , ع , غ
Huruf hamzah ( ء ) dan ha’ (  ه ) makhrajnya di tenggorokan bagian dalam.
Huruf ‘ain ( ع ) dan ha ( ح )  makhrajnya di tenggorokan bagian tengah.
Huruf ghain ( غ ) dan kha ( خ ) makhrajnya di tenggorokan bagian luar.

2. Huruf - huruf Lahawiyah

           Huruf-hurufnya
adalah: qaf  dan kaf. ( ق ، ك )
Huruf qaf ( ق  ) makhrajnya di pangkal lidah dekat tenggorokan, sejajar dengan langit-langit lunak.
Huruf kaf (  ك ) makhrajnya di pangkal lidah, sejajar dengan langit-langit lunak, sedikit di bawah makhraj qaf.

3. Huruf - huruf Syajariyah

Huruf-hurufnya adalah jim, syin, ya dan dhad. ( ج ، ش ، ي ، ض )
Huruf jim, syin dan ya ( ج ، ش ، ي  )makhrajnya di lidah bagian tengah, sejajar dengan langit-langit keras bagian atas.
Huruf dhad (  ض ) makhrajnya di sisi lidah, sejajar dengan geraham bagian atas.

4. Huruf - huruf Asaliyah

           Huruf-hurufnya adalah: zay, sin dan shad. ( ز ، س ، ص )
Huruf zay, sin dan shad ( ز ، س ، ص ) makhrajnya di ujung lidah lewat gigi seri atas, yaitu di atas gigi seri bawah dengan sedikit kelonggaran. 

5. Huruf - huruf Dzalaqiyah

            Huruf-hurufnya adalah: lam, nun dan ra. ( ل ، ن ، ر )
Huruf lam ( ل  ) makhrajnya adalah di ujung lidah sejajar dengan gusi atas.
Huruf nun  (  ن  ) makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj lam.
Huruf ra (  ر ) makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj nun. 

6. Huruf - huruf Nith'iyah

           Huruf-hurufnya adalah: tha, dal dan ta. ( ط ، د ، ت )
Huruf tha, dal dan ta ( ط ، د ، ت ) makhrajnya di ujung lidah lewat pangkal gigi seri atas. 

7. Huruf - huruf Litsawiyah

            Huruf-hurufnya adalah: zha, dal dan tsa.
Huruf zha, dal dan tsa keluar dengan menempelkan ujung lidah di ujung gigi seri atas.

8. Huruf - huruf Syafawiyah

            Huruf-hurufnya adalah: ba, wau, mim dan fa. ( ب ، و ، م ، ف )
Huruf ba, wau dan mim ( ب ، و ، م  ) makhrajnya di antara dua bibir.
Huruf fa (  ف ) makhrajnya di bagian dalam bibir bawah serta ujung gigi seri atas. 

SIFAT-SIFAT HURUF
Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.
Ahli qiraat berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. Sebagian menetapkan sebanyak 19 sifat, dan sebagian lagi menetapkan 18 sifat, 17 sifat, 16 sifat 14 sifat, dan bahkan ada yang menetapkan 44 sifat. Dari sifat-sifat huruf yang ada, maka tiap-tiap huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an paling sedikit mempunyai 5 sampai 7 sifat. Pada kesempatan ini kita bicarakan sebanyak 19 sifat-sifat huruf yang lebih umum dibicarakan oleh ahli qiraat. Kita bagi menjadi dua kelompok, yaitu :
I. Sifat-sifat huruf yang berlawanan sebanyak 5 sifat ditambah lawannya 5 sifat, sehingga seluruhnya menjadi 10 sifat, yaitu :
1. جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas, 2. هَمْسُ (HAMAS) = Samar
3. شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat 4. رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak
5. اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat 6.اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun
7. اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup 8. اِنْفِتَاحٌ(INFITAH) = Terbuka
9. اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam 10 اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar
URAIAN 10 SIFAT-SIFAT HURUF
1. جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan tidak berdesis dan nafas tertahan, sehingga bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Hurufnya ada 19 yaitu : عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ
2. هَمْسُ (HAMAS) = Samar. Maksudnya ialah membuinyikan huruf dengan berdesis dan nafas terlepas, sehingga bunyi huruf terdengar agak samar. Hurufnya ada 10 yaitu : فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ
3. شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 yaitu : اَجِدُ قِطَّ بَكَتْ
4. رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara terlepas, berlalu /berjalan beserta huruf itu. Hurufnya ada 16 yaitu :
خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاهٍ
5. اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal dan berat. Hurufnya ada 7 yaitu : خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ
6.اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 yaitu : ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ شَكَا
7. اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup. Maksudnya ialah membnyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4 yaitu : صَضْطَظَ
8. اِنْفِتَاحٌ (INFITAH ) = Terbuka. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan pertengahan lidah terbuka (tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf lebih kecil dan ringan. Hurufnya 25 yaitu:
مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ
9. اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam atau menahan. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berat dan tertahan. Hurufnya ada 23 yaitu :
جَزُّ غِشَّ سَاخِطٍ صَدَّ ثِقَةٍ اِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ
10 اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar, ujung atau tajam. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan ringan dan lancar. Hurufnya ada 6 yaitu : فَرَّ مِنْ لُبٍّ
II. Sifat-sifat huruf yang tidak berlawanan sebanyak 9 yaitu : 1. تَوَسُّطٌ (TAWASSUTH) = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah. 2. لَيِّنٌ (LAYYIN) = Lunak 3. اِنْحِرَافٌ (INHIRAF) = Condong. 4.تَكْرِيْرٌ (TAKRIR) = Mengulang-ulang. 5. صَفِيْرٌ (SHAFIR) = Siul/Seruit. 6. تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI) = Menyebar. 7. قَلْقَلَةٌ (QALQALAH) = Goncang. 8. اِسْتِطَالَةٌ (ISTITHALAH) = Memanjang. 9. غُنَّةٌ (GHUNNAH) = Berdengung.

URAIAN 9 SIFAT-SIFAT HURUF
11. تَوَسُّطٌ (TAWASSUTH) = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah. Maksudnya ialah membunyikan huruf
12. لَيِّنٌ (LAYYIN) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lunak, lemah dan lembut, ketika huruf itu mati dan jatuh sesudah harakat fathah. Hurufnya ada 2 yaitu : _َوْ _َ يْ = خَوْفٌ - سَوْفَ - كَيْفَ - اِلَيْكَ -
13. اِنْحِرَافٌ (INHIRAF) = Condong. Maksudnya ialah membunyikan huruf condong ke ujung lidah dengan sedikit melenturkan (melengkungkan) lidah. Hurufnya ada 2 yaitu : ل ر
14. تَكْرِيْرٌ (TAKRIR) = Mengulang-ulang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lidah bergetar tidak lebih dari dua getaran. Apabila getarannya sampai tiga kali, maka tercelalah. Dan apabila sampai empat getaran, berarti huruf itu telah menjadi dua huruf. Hurufnya ada satu yaitu : ر
15.صَفِيْرٌ (SHAFIR) = Siul atau seruit. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berdesir bagaikan suara seruling. Hurufnya ada tiga, yaitu : ص ز س
16. تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI) = Menyebar. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan angin tersebar di mulut. Hurufnya ada satu, yaitu : ش
17.قَلْقَلَةٌ (QALQALAH) = Goncang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan concangan pada makhrajnya, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat pada sat mati atau dimataikan karena berhenti (waqaf) Hurufnya ada lima, yaitu : قُطْبُ جَدٍ
Qalqalah terbagi menjadi dua, yaitu :
a. قَلْقَلَةٌ صُغْرَى (QALQALAH SHUGHRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih kecil, karena huruf qalqalahnya itu mati asli berada di tengah-tengah kata atau kalimat. Contoh : يَقْبَلُ – يَطْبَعُ – يَدْخَلُ – يَجْعَلُ – يَبْتَغُ
b. قَلْقَلَةٌ كُبْرَى (QALQALAH KUBRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih besar, karena huruf qalqalahnya itu sebenarnya hidup, tapi dimatikan ketika waqaf (menghentikan bacaan). Copntoh :
قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ - اَللهُ الصَّمَدُ- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ- وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ- مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ- وَمِنْ شَرِّالنَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ-وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
18. اِسْتِطَالَةٌ (ISTITHALAH) = Memanjang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan memanjang di salah satu tepi pangkal lidah sampai ke depan. Hurufnya ada satu, yaitu : ض
19. غُنَّةٌ (GHUNNAH) = Berdengung. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara berdengung yang keluar dari pangkal hidng. Hurufnya ada dua, yaitu : م ن